Khamis, April 02, 2009

Regarding ADAB

----- Original Message -----
From: "Ermita Mangkona"
To: "Muhibbun Naqsybandi"
Cc: "inayah m"
Sent: Saturday, March 28, 2009 7:38:44 PM GMT +08:00 Beijing / Chongqing / Hong Kong / Urumqi
Subject: [muhibbun_naqsyband i] mercy oceans: regarding adab

"Ketika kami sedang makan daging, bagaimana kami tahu bahwa itu Halal?" seorang murid bertanya.

"Ketika saya pertama kali bertemu Grandsyeh kita," Syeh Nazim menjawab, "Saya juga bersikap sangat ketat, sangat pemilih, pada makanan saya. Namun beliau menyampaikan pada saya, 'bukanlah adab yang baik bersikap seperti itu. Bila kamu menjadi tamu, kamu tidak boleh bertanya, 'Apakah makanan ini bersih?' Jangan! Kamu harus berikan kepercayaan pada tuan rumahmu. Ketika kamu tahu bahwa makanan tersebut mengandung babi, jangan dimakan, tapi katakan sebaliknya, "Saya seorang vegetarian,' atau seperti itu. Kamu harus punya adab yang baik terhadap setiap orang. Jika kamu ragu-ragu apakah daging (dengan dugaan bahwa daging itu bukan babi) itu halal atau tidak, kamu bisa mengucapkan, tiga kali, 'syahadat,' dan tujuh puluh kali, 'astaghfirullah. ' Kemudian, saat kamu makan, dan kamu ucapkan, 'Bismillah,' Allah yang Maha Kuasa akan membuat makanan tersebut bersih untuk kamu, pada saat yang diberikan untuk kamu mengambilnya dari piring dan memasukannya ke dalam
mulutmu.!

"Ketika kamu membeli daging dan kamu mengira bahwa daging tersebut telah tersentuh dengan babi, atau alat-alat yang sudah digunakan untuk memasak dan menyiapkan babi, kamu boleh mencucinya, dan mengulang cara yang kami baru ajarkan. Bila kamu bisa mendapatkan daging yang halal (atau kosher), tentu saja itu yang terbaik. Tapi, saat kamu adalah tamu seseorang, jangan bertanya!! Bahkan jika diketahui oleh kamu bahwa biasanya mereka memasak dengan minyak babi, kamu harus beranggapan bahwa, kali ini, untuk kamu, mereka membersihkan panci dan wajan mereka dan tidak menggunakan minyak tersebut. Hanya jika kamu yakin bahwa babi dan produk-produk babi telah digunakan kamu boleh tidak makan.

"When we are eating meat, how can we know if it is Halal?" a murid asked.

" When I first met our Grandshaykh, " Shaykh Nazim replied," I was also very strict, very particular, about my food. But he told me, 'It is not good manners to be like that. When you are a guest, you must not ask, 'Is this food clean?' No! You must give your host the benefit of the doubt. When you know that the food is pork, don't eat it, but say inste a d, 'I am a vegetarian,' or something like this. You must have good manners toward everybody. If you are in doubt as to whether meat (assuming that it is not pork) is halal or not, you may say, three times, 'shahada,' and, seventy times, 'astaghfirullah. ' Then, as you eat, and you say, 'Bismillah,' Allah Almighty will make that food clean for you, in the time it takes for you to raise it from your plate and put it in your mouth!

"When you are buying meat and you think that it has come in contact with pork, or utensils that have been used to handle and prepare po r k, you may wash it, and repeat the formula we just said. If you can obtain Halal (or Kosher) meat, of course it is best. But, when you are somebody's guest, don't ask! Even if it is known to you that they usually cook with lard, you must assume that, this time, for you, they cleaned their pots and pans and didn't use it. Only if you are certain that pork or pork products were used may you refrain from eating."

0 ulasan: